Li-Fi
LI-Fi (Light Fidelity)
Halo teman-teman pembaca zaman now! Dalam post pertama kami ini kami akan membahas tentang teknologi yang dapat dikatakan ‘menggiurkan’. Gimana nggak menggiurkan, coba kalian bayangkan, internetan dengan kecepatan 1 Gbit/s? Wow, luar biasa kan~. Kira-kira kalian tahu nggak ini teknologi apa? Yap, sesuai judul artikel ini, kami akan membahas tentang “Li-Fiâ€! Apa, siapa, dan bagaimana Li-Fi itu sudah kami bahas di bawah ini dalam beberapa bagian agar mudah membacanya. Penasaran kan? Baca sampai habis, ya!
Pengertian Li-Fi
Light Fidelity yang biasa dikenal dengan Li-Fi merupakan teknologi komunikasi dua arah berkecepatan tinggi yang mirip dengan teknologi Wi-Fi. Bedanya adalah saat Wi-Fi masih menggunakan gelombang radio, Li-Fi menggunakan gelombang cahaya, keren kan! Nama Li-Fi sendiri dicetuskan oleh Professor Harald Haas.
Sejarah Li-Fi
Li-fi pertama kali dikembangkan oleh Professor Harald Haas dari University of Edinburgh bersama Dr. Gordon Povey dan Dr. Mostafa Afgani pada tahun 2011. Kemudian pada tahun 2012, Li-Fi dipamerkan sebagai salah satu contoh teknologi VLC (Visible light communications).
Di bulan Agustus tahun 2013, kecepatan data lebih dari 1.6 Gbit/s didemonstrasikan hanya menggunakan LED dengan satu warna. Masih di tahun yang sama, pada bulan September, jumpa pers menyebutkan bahwa penggunaan Li-Fi tidak memerlukan Line of Sight (keadaan dimana penerima sinyal harus terkena sinar Li-Fi secara langsung dan tanpa penghalang). Dilaporkan bahwa pabrik-pabrik China mulai memproduksi alat-alat untuk pengembangan Li-Fi pada bulan Oktober di tahun 2013 itu.
Perbandingan Li-Fi dengan Wi-Fi
Dikutip dari RF Wireless World, Li-Fi dan Wi-Fi dapat bandingkan seperti berikut.
|
Fitur |
Li-Fi |
Wi-Fi |
|
Operasi |
Mengirimkan data dengan bantuan cahaya menggunakan LED (Light Emited Diode). |
Mengirimkan data dengan gelombang radio. |
|
Gangguan |
Tidak memiliki gangguan dari gelombang radio. |
Dapat mengalami gangguan dari linkungan sekitar . |
|
Teknologi |
|
WLAN 802.11a/b/g/n/ac/ad perangkat standar. |
|
Aplikasi |
Dapat digunakan dalam penerbangan, rumah sakit. |
Digunakan untuk browsing di internet dengan bantuan wifi hotspots. |
|
Keunggulan |
Memiliki gangguan yang lebih sedikit, dapat bekerja di air laut, bekerja di daerah padat. |
Tidak dapat bekerja di air laut asin, memiliki gangguan yang lebih banyak dibandingkan Li-Fi, bekerja di daerah yang kurang padat(?) |
|
Kecepatan |
Kurang lebih 1 Gbps. |
WLAN-11n berkecepatan 150Mbps, kurang lebih 1-2 Gbps bisa didapatkan dengan menggunakan WiGig/Giga-IR |
|
Cakupan Sinyal |
Sekitar 10 meter |
About 32 meters (WLAN 802.11b/11g), berbeda-beda tergantung dari kekuatan mengirim dan tipe antena. |
Sesuai dengan yang dilansir pada www.rfwireless-world.com, Li-Fi memiliki lebih banyak keunggulan dibandingkan Wifi. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut.
Memiliki gangguan yang lebih sedikit jika dibandingkan dengan Wifi.
Dapat bekerja didaerah padat.
Mentransfer data dengan lebih aman karena dapat diblokir oleh dinding.
Karena berbasis cahaya, Li-fi memiliki kecepatan transfer data kurang lebih sebesar 1 Gbps.
Dapat digunakan dalam penerbangan karena tidak mengganggu gelombang radio.
Lebih sedikit menggunakan energi karena memanfaatkan cahaya LED.
Cara Kerja Li-Fi
Li-Fi menggunakan cahaya dari LED (Light-Emitting Diodes) sebagai media untuk mengirimkan data secara cepat dengan proses yang mirip dengan Wi-Fi. Driver lampu, bohlam LED, dan pendeteksi cahaya akan membentuk sistem Li-Fi yang lengkap.
Komunikasi melalui cahaya tampak, atau lebih dikenal dengan VLC (Visible light communications), bekerja dengan menyambungkan dan memutuskan aliran ke LED dengan kecepatan yang sangat tinggi sehingga tidak dapat ditangkap oleh mata manusia. Walaupun LED pada Li-Fi harus tetap menyala untuk mengirim data, tetapi cahayanya dapat diredupkan hingga tidak terlihat oleh manusia sementara masih memancarkan cukup cahaya untuk mengirimkan data. Perangkat yang menerima data dari Li-Fi tidak harus terkena cahaya secara langsung dari LED Li-Fi melainkan dapat melalui pantulan walaupun kecepatan transfer data-nya akan sangat berkurang.
Li-Fi untuk Sekarang
Walaupun belum sempurna, teknologi VLC telah digunakan di museum-museum dan perkantoran di Perancis. Prototype dari smartphone dengan teknologi VLC pun telah diperkenalkan pada "Consumer Electronics Show in Las Vegas" pada tanggal 7—10 Januari tahun 2014.
Perusahaan PHILLIPS bahkan telah mengembangkan teknologi VLC untuk para pelanggan di toko. Para pelanggan hanya perlu men-download sebuah aplikasi lalu smartphone mereka akan dapat berhubungan dengan LED yang dipasang di toko tersebut. LED-LED itu lalu dapat menentukan posisi pelanggan tersebut di toko dan memberikan penawaran - penawaran dan informasi sesuai dengan rak mana yang mereka datangi dan apa yang sedang mereka lihat.
Li-Fi di Masa Depan
Untuk saat ini karena kemampuannya yang belum maksimal dan belum bisa digunakan secara praktis, Li-Fi belum bisa benar-benar digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan potensi kecepatan transfer data yang luar biasa (sekitar 224 Gigabit per detik saat ini) Li-Fi diprediksikan dapat menggantikan Wi-fi. Tentunya setelah kemampuannya disempurnakan, proses pemasangannya dipermudah serta biaya yang lebih murah.
Li-Fi dan Kesehatan
Mungkin kalian bertanya-tanya, “Apakah terpapar sinar Li-Fi akan berbahaya bagi kesehatan?†Untuk saat ini, banyak yang percaya bahwa Li-Fi tidaklah berbahaya bagi kesehatan. Mengapa? Karena Li-Fi memanfaatkan cahaya dari LED. Selama ini, kita juga telah memanfaatkan LED sebagai alat penerangan dan tidak terdeteksi adanya masalah pada kesehatan. Itu sebabnya, untuk sekarang Li-Fi dianggap aman bagi kesehatan.
Li-Fi dan Keamanan
Berbeda dari Wi-Fi yang menggunakan gelombang radio, Li-Fi menggunakan gelombang cahaya yang tidak dapat menembus dinding. Tentu hal itu memiliki kelebihan dan kekurangan, tetapi dalam hal keamanan, itu merupakan sebuah kelebihan. Saat menggunakan Wi-Fi tanpa proteksi, maka orang-orang yang tidak kita inginkan bisa memakai Wi-Fi kita. Itu karena sinyal dari Wi-Fi dapat menembus dinding. Tetapi jika kita menggunakan Li-Fi, hanya orang – orang yang seruangan dengan kita lah yang dapat menggunakannya. Itu berarti jaringan kita lebih aman dari orang-orang yang tidak diinginkan. Tentunya jangan lupa untuk menutup jendela dan celah-celah lain agar cahaya Li-Fi tidak keluar dari ruangan.
Simpulan
Light Fidelity yang biasa dikenal sebagai Li-Fi merupakan teknologi komunikasi dua arah berkecepatan tinggi yang mirip dengan Wi-Fi, Li-Fi ini menggunakan gelombang cahaya. Kecepatan data ini lebih dari 1,6 Gb/s pada bulan agustus 2013. Li-Fi ini juga tidak memerlukan Line of Sight seperti yang disebutkan pada bulan september pada tahun yang sama. Jika dibandingkan dengan Wi-Fi, Li-Fi ini memiliki lebih banyak keunggulan, terlebih lagi untuk di masa yang akan datang. Komunikasi melalui cahaya tampak bekerja dengan menyambungkan dan memutuskan aliran ke LED dengan kecepatan yang sangat tinggi sehingga tidak dapat ditangkap oleh mata manusia. Untuk saat ini, memang teknologi Li-Fi sendiri masih belum sempurna, tapi teknologi ini telah digunakan di museum-museum, tetapi walaupun untuk saat ini teknologi Li-Fi masih belum sempurna, tapi untuk di masa yang akan datang, Li-Fi ini dapat menggantikan teknologi Wi-Fi. Teknologi ini dapat dikatakan aman karena teknologi ini menggunakan LED, yang mana kita tahu bahwa selama ini kita berhubungan dengan LED, dan tidak terjadi masalah pada kesehatan, jadi untuk saat ini dapat dikatakan aman. Dalam segi keamanan, Li-Fi sendiri dapat dikatakan lebih aman daripada Wi-Fi karena teknologi ini tidak dapat menembus dinding karena menggunakan gelombang cahaya, sedangkan Wi-Fi menggunakan gelombang radio yang dapat menembus dinding
REFERENSI
rfwireless-world, 2012, <http://www.rfwireless-world.com/Terminology/LiFi-vs-WiFi.html> [diakses 3 Oktober 2017]
Liputan6, 'Teknologi Li-Fi Kelak Gantikan Wi-Fi di Masa Depan' ,08 Mar 2016, <http://tekno.liputan6.com/read/2453156/teknologi-li-fi-kelak-gantikan-wi-fi-di-masa-depan/>[diakses 3 Oktober 2017]
The Institute, 'Learn How Li-fi Works from Its Inventor, Halard Haas', 20 February 2017, <http://theinstitute.ieee.org/members/profiles/learn-how-lifi-works-from-its-inventor-harald-haas/> [diakses 3 Oktober 2017]
Wikipedia, 'Li-Fi', 29 Januari 2012, <https://en.wikipedia.org/wiki/Li-Fi> [diakses 3 Oktober 2017]
Slideshare, 'Lifi Technology', 6 Mei 2014, <https://www.slideshare.net/subhro2606/lifi-technology-34326073> [diakses 5 Oktober 2017]
Komentar
Posting Komentar